[menuju akhir]
Mengambil gambar di halaman 258
1. Tujuan [kembali]
a. Mempelajari
rangkain temperature sensor
b. Mempelajari
simulasi temperature sensor
c.
Mempelajari prinsip kerja temperature sensor
2. Alat dan Bahan[kembali]
a. LM35
Spesifikasi LM35 :
·
Dikalibrasi Langsung
dalam Celcius (Celcius)
·
Faktor Skala Linear +
10-mV / ° C
·
0,5 ° C Pastikan Akurasi
(pada 25 ° C)
·
Dinilai untuk Rentang
Penuh −55 ° C hingga 150 ° C
·
Cocok untuk Aplikasi
Jarak Jauh
·
Biaya Rendah Karena
Pemangkasan Tingkat Wafer
·
Beroperasi Dari 4 V
hingga 30 V
·
Pembuangan Arus Kurang
dari 60-μA
·
Pemanasan Mandiri
Rendah, 0,08 ° C di Udara Diam
·
Hanya Non-Linearitas ± ¼
° C Tipikal
· Output Impedansi Rendah, 0,1 Ω untuk Beban 1-mA
Konfigurasi LM35:
b. LM358
Spesifikasi LM358 :
·
Penguatan
Tegangan DC Besar: tegangan 100 dB
·
Lebar
Bandwidth (Penguatan Persatuan): 1 MHz
(Temperatur Terkompensasi)
·
Rentang
Catu Daya yang Luas:
·
Area
aplikasi termasuk amplifier transduser, dc
- Pasokan
Tunggal: 3V hingga 32V
- Persediaan Ganda: ± 1.5V hingga ± 16V
·
Pembuangan
Arus Pasokan Sangat Rendah (500μA) —Pada dasarnya Independen dari Tegangan Suplai
·
Tegangan
Offset Input Rendah: 2 mV
·
Termasuk
Rentang Tegangan Mode Umum Input ground
·
Rentang
Tegangan Input Diferensial Sama dengan Tegangan Catu Daya
·
Ayunan
Tegangan Output Besar.
Konfigurasi
LM35 :
c. NPN
(Bipolar Transistor Primitive)
Spesifikasi dari NPN :
Konfigurasi NPN :
d. LED
Spesifikasi LED:
Konfigurasi LED:
e. Relay
Spesifikasi Relay:
Konfigurasi relay:
f.
·
Jenis: Rotary a.k.a Radio POT
·
Tersedia dalam nilai resistansi yang
berbeda seperti 500Ω, 1K, 2K, 5K, 10K, 22K, 47K, 50K, 100K, 220K, 470K, 500K, 1
M.
·
Peringkat Daya: 0.3W
·
Tegangan Input Maksimum: 200Vdc
· Kehidupan Rotasi: 2000K siklus
g. Battery
Spesifikasi Battery:
Klasifikasi: Alkaline
Sistem Kimia: Zinc-Manganese Dioxide (Zn / MnO2)
Penunjukan: ANSI 1604A, IEC-6LF22 atau 6LR61
Tegangan Nominal: 9.0 volt
Suhu Operasi: -18 ° C hingga 55 ° C
Berat Khas: 45 gram
Volume Umum: 21 sentimeter kubik
Shelf Life: 5 tahun pada 21 ° C
Terminal: Jepretan Miniatur
Konfigurasi Battery:
h. Resistor
Spesifikasi Resistor:
Konfigurasi Resistor:
i. Ground
j. Generator mode DC
3. Dasar Teori [kembali]
a. LM35
Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian ini berupa komponen elektronika elektronika yang diproduksi oleh National Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan.
Meskipun tegangan sensor ini dapat mencapai 30 volt akan tetapi yang diberikan kesensor adalah sebesar 5 volt, sehingga dapat digunakan dengan catu daya tunggal dengan ketentuan bahwa LM35 hanya membutuhkan arus sebesar 60 µA hal ini berarti LM35 mempunyai kemampuan menghasilkan panas (self-heating) dari sensor yang dapat menyebabkan kesalahan pembacaan yang rendah yaitu kurang dari 0,5ºC pada suhu 25ºC
Simbol
LM35 di proteus :
b. LM358
adalah rangkaian elektronik yang dirancang dan
dikemas secara khusus sehingga dengan menambahkan komponen luar sedikt saja
dapat dipakai untuk berbagai keperluan. Dalam penulisan ini op-amp digunakan
sebagai penguat tegangan dari sensor. Pada dasarnya ada dua
macam penguatan yaitu inverting dan non-inverting.
Persamaan invertering:
Vout = - Rf . Vin Rin
Persamaan Non-inventering:
Vout = Rin + Rf . Vin = ( 1 + Rf ) . Vin Rin ( Rin)
Simbol LM358 di proteus:
c. NPN
Transistor NPN adalah transistor bipolar yang menggunakan arus listrik kecil dan tegangan positif pada terminal Basis untuk mengendalikan aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari Kolektor ke Emitor.
Rumus dari Transitor adalah :
hFE = iC/iB
dimana, iC = perubahan arus kolektor
iB = perubahan arus basis
hFE = arus yang dicapai
Simbol NPN di proteus :
d. LED
LED atau singkatan dari Light Emitting Diode adalah salah satu komponen elektronik yang tidak asing lagi di kehidupan manusia saat ini. LED saat ini sudah banyak dipakai, seperti untuk penggunaan lampu permainan anak-anak, untuk rambu-rambu lalu lintas, lampu indikator peralatan elektronik hingga ke industri, untuk lampu emergency, untuk televisi, komputer, pengeras suara (speaker), hard disk eksternal, proyektor, LCD, dan berbagai perangkat elektronik lainnya sebagai indikator bahwa sistem sedang berada dalam proses kerja, dan biasanya berwarna merah atau kuning. LED ini banyak digunakan karena komsumsi daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan beragam warna yang ada dapat memperjelas bentuk atau huruf yang akan ditampilkan. dan banyak lagi
Pada dasarnya LED itu merupakan komponen elektronika yang terbuat dari bahan semi konduktor jenis dioda yang mampu memencarkan cahaya. LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N. Untuk mendapatkna emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.
Rumus mencari resistor pada LED:
R = (VS – VL) / I
Dimana :
R = Nilai Resistor yang diperlukan (dalam Ohm (Ω))
VS = Tegangan Input (dalam Volt (V))
VL = Tegangan LED (dalam Volt (V))
I = Arus Maju LED (dalam Ampere (A))
Simbol LED di Proteus:
e. Relay
Relay adalah suatu peranti yang bekerja berdasarkan elektromagnetik untuk menggerakan sejumlah kontaktor yang tersusun atau sebuah saklar elektronis yang dapat dikendalikan dari rangkaian elektronik lainnya dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energinya. Kontaktor akan tertutup (menyala) atau terbuka (mati) karena efek induksi magnet yang dihasilkan kumparan (induktor) ketika dialiri arus listrik. Berbeda dengan saklar, pergerakan kontaktor (on atau off) dilakukan manual tanpa perlu arus listrik.
Kapasitas Pengalihan Maksimum:
Simbol Relay di Proteus:
f.
adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya.
Simbol potentiometer di proteus:
g. Battery
Baterai (Battery) adalah sebuah sumber energi yang dapat merubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi listrik yang dapat digunakan seperti perangkat elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti handphone, laptop, dan maianan remote control menggunakan baterai sebagai sumber listriknya. Dengan adanya baterai, sehingga tidak perlu menyambungkan kabel listrik ke terimanal untuk dapat mengaktifkan perangkat elektronik kita sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Setiap baterai terdiri dari terminal positif (Katoda) dan terminal negatif (Anoda) serta elektrolit yang berfungsi sebagai penghantar. Output arus listrik dari baterai adalah arus searah atau disebut juga dengan arus DC (Direct Current). Pada umumnya, baterai terdiri dari 2 jenis utama yakni baterai primer yang hanya dapat sekali pakai (single use battery) dan baterai sekunder yang dapat diisi ulang (rechargeable battery).
Simbol battery di proteus:
h. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika. Sebagaimana fungsi resistor yang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau nilai resistansi suatu resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol Omega (Ω). Sesuai hukum Ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Selain nilai resistansinya (Ohm) resistor juga memiliki nilai yang lain seperti nilai toleransi dan kapasitas daya yang mampu dilewatkannya. Semua nilai yang berkaitan dengan resistor tersebut penting untuk diketahui dalam perancangan suatu rangkaian elektronika oleh karena itu pabrikan resistor selalu mencantumkan dalam kemasan resistor tersebut.
Rumus Resistor:
Seri : Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rn
Dimana :
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n
Paralel: 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ….. + 1/Rn
Dimana :
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n
Simbol Resistor:
i. Ground
adalah suatu sistem instalasi listrik yang bisa meniadakan beda potensial sebagai pelepasan muatan listrik berlebih pada suatu instalasi listrik dengan cara mengalirkannya ke tanah sehingga istilah sehari hari yang sering digunakan yaitu pentanahan atau arde.
Simbol ground di proteus :
j. Generator mode DC
perangkat elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk perangkat lain.
Simbol Power di proteus :
4. Langkah-langkah [kembali]
·
Siapkan alat dan bahan (
LM35, Battery, LM358, NPN transistor, Relay, 2 LED, POT- HG, Resistor, Ground, generator
mode dc)
·
Letakkan seperti pada
gambar rangkaian (jika mau letakkan sesuai keinginan)
·
Lalu sambungkan Vout LM35
ke Non-inverting LM358
·
Lalu sambungkan terminal
tengah POT-HG ke inverting LM358
·
Lalu sambungkan output
LM358 ke resistor
·
Lalu sambungkan resistor
ke LED red
·
Lalu sambungkan LED red ke
basis NPN
·
Lalu sambungkan kolektor
NPN ke coil bawah pada relay
·
Lalu sambungkan positif battery
ke coil atas pada relay
·
Lalu sambungkan COM
relay ke positif battery
·
Lalu sambungkan normally
close ke LED green
·
Lalu sambungkan +VS LM35
ke generator mode dc
·
Lalu sambungkan generator
mode dc V+ pada LM358
·
Lalu sambungkan generator
mode dc bagian atas POT-HG
·
Lalu sambungkan GND LM35
ke ground
·
Lalu sambungkan bagian
bawah POT-HG ke ground
·
Lalu sambungkan GND
LM358 ke ground
·
Lalu sambungkan emitter NPN
ke ground
·
Lalu sambungkan negative
battery ke ground
·
Lalu sambungkan LED
green ke ground
·
Jalankan simulasinya
·
Lalu atur potensionya
5. Rangkaian Simulasi [kembali]
6. Prinsip Kerja Rangkaian [kembali]
Dalam rangkaian ini menggunakan
temperature sensor LM35 yang mana akan dialirkan ke LM358, dan dihubungkan ke 2
LED yang mana sebagai indicator suhu. Potentiometer di atur persentasenya untuk
mengetahui suhunya.
7. Video [kembali]
8. Download File [kembali]
Download
html [klik]
Download
Rangkaian [klik]
Download
Video [klik]
Download
Datasheet LM35 [klik]
Download
Datasheet NPN Transistor [klik]
Download Datasheet Battery [klik]
Download Datasheet LM358 [klik]
Download Datasheet LED [klik]
Download Datasheet Relay [klik]
Download Datasheet Resistor [klik]
Download Datasheet potentiometer [klik]



































No comments:
Post a Comment